Penduduk Satu Kampung hanya 7 Kepala Keluarga

sespuh-kampung-7

Penduduk Satu Kampung hanya 7 Kepala Keluarga >> Kampung Tujuh artinya kampung hanya boleh diisi dengan tujuh keluarga (KK) tidak dapat kurang apalagi lebih, harus genap 7 keluarga. bergitulah yang terjadi di Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul DIY.

Kampung tujuh, begitu namanya, terletak di puncak gunung api purba Nglanggeran berpenduduk dengan bermata pencaharian sebagai petani, sungguh memiliki keunikan tersendiri. Dikampung ini tidak boleh dihuni lebih dari tujuh keluarga.  Menurut kepercayaan masyarakat kampung tujuh, jika terjadi penambahan keluarga, maka keluarga tersebut diyakini akan mendapatkan bala, yaitu kehilangan keluarga atau kematian.

Sesepuh kampung tujuh Rejodimulyo yang berusia 97 tahun mengatakan bahwa kebiasaan atau adat kampung ini, dengan penduduk tujuh keluarga  telah berlangsung turun temurun, sejak dahulu.

“Kalau kurang ya ditambah, kelebihan ya dikurangi,” katanya.

Beliau sendiri mempuunyai 16 anak, hanya satu keluarga dari anaknya yang tinggal di kampung tujuh, selebihnya tinggal di luar kampung tujuh. “Anak-anak saya yang sudah punya keluarga harus keluar dari kampung ini karena aturan mengharuskan tidak boleh lebih dari tujuh kepala keluarga,” tuturnya.

Untuk berkunjung ke kampung tujuh ini, walaupun berada di puncak gunung api purba, namun akses jalan yang menghubungkannya telah dibuat dengan baik, walaupun banyak bebatuan kanan-kirinya.

Adapun ketujuh Kepala keluarga yang tinggal di kampung tujuh ini adalah  Rejo Dimulyo, , Hardi, Dalino, Warso Diyono, Gito, Seman, Kamiyo, dengan jumlah jiwa sebanyak 20 orang.

Suroso, anak Rejodimulyo yang juga sebagai ketua RT, mengatakan, segala kegiatan masyarakat di dusun tersebut sama dengan wilayah lain, namun hanya diikuti oleh tujuh kepala keluarga. Ia juga menyakini bahwa aturan tujuh keluarga ini merupakan kepercayaan yang turun temurun, kami tidak boleh melanggarnya, begitu katanya.

Keindahan Alam Desa Nglanggeran

).push({});

Wilayah Desa Nglanggeran memiliki arena keindahan alam yang luar biasa, yang dikenal dengan Embung Nglanggeran. Karena keindahan alam ini maka Pemerintah Propinsi menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata yang diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 19 Februari 2013.

Wisata Embung Nglanggeran adalah merupakan danau atau  kolam tampungan air buatan yang dibangun di Kebun Buah Nglanggeran. Lokasi ini merupakan lokasi tambahan dari lokasi yang sudah terkenal di daerah Desa Wisata Nglanggeran, yaitu Gunung Api Purba.

Dilokasi ini anda cukup dengan merogok kocek Rp 5000 per orang buat memasuki wilayah wisata yang sangat indah ini. Lokasi embung nglenggaran ini memang tidak terlalu luas, embung dikelilingi dengan jalan setapak yang dibatasi dengan pagar batu menambah suasana keindahan tersendiri.

 

embung

Di lokasi ini pengelola menyediakan gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat.  Jika anda menaiki tempat yang paling atas, maka anda akan disediakan pemandangan yang sangat indah membentang luas tanpa batas memandang.

Pengelola juga menyediakan informasi yang berkaitan dengan sejarah asal- usul embung dengan menggunakan pengeras suara, dan juga informasi yang dibutuhkan para pengunjung. Menghabiskan waktu seharian di tempat ini sangatlah tidak terasa hingga senja datang, mengharuskan para pengunjung mengakhiri dengan mengabadikan moment sunset paling indah sejagad.

Baca artikel :

Itulah gambaran tentang keindahan kampung tujuh beserta keunikan yang ada dikawasan ini, jika anda menyukai dengan tulisan ini, akan sangat berterima kasih jika anda meninggalkan komentar pada kolom di bawah ini.

 

Related posts

Leave a Comment

*