Pengertian Haji dan Umroh

kabah

Pengertian Haji dan Umroh >> Melaksanakan ibadah haji adalah merupakan rukun Islam yang ke-5. Dengan melaksanakan ibadah haji, maka ia telah menyempurnakan pelaksanaan rukum Islam.  Maksud dari Ibadah haji adalah  berkunjung ke Tanah Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah sebagai mana yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw, baik yang menyangkut syarat, rukun maupun waktu pelaksanaannya.  Kewajiban Melaksanakan ibadah haji diberikan kepada Muslim yang telah mampu,  yaitu  mempunyai bekal yang mencukupi untuk pergi haji dan meninggalkan bekal bagi keluarga yang menjadi tanggungannya.

Adapun Umrah  adalah sama dengan ibadah haji yakni  berkunjung ke Tanah Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah sebagai mana yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw, baik yang menyangkut syarat, rukun pada waktu sepanjang tahun. Yang membedakan antara haji dan umrah yakni  terletak pada waktu pelaksanaannya dan rukun, dinama pada ibadah haji  dilaksanakan hanya pada bulan haji yakni tanggal 9 sampai tanggal 13 Dzulhijah, namun untuk umrah dapat dilaksanakan kapan saja.  bergitu juga dengan rukun, kalau pada ibadah haji Rukun haji :

  1. Ihram
  2. Thawaf
  3.  Sa’ie
  4. Wuquf di padang Arafah
  5. Tahalul
  6. Tertib

Adapun rukum Umrah adalah :

  1. Ihram
  2. Thawaf
  3. Sai
  4. tahalul
  5. tertib

Dalam ibadah haji ada yang dikenal dengan sebutan Wajib Haji yakni rangkaian ibadah haji yang wajib dilaksanakan, namun jika tidak terlaksanaka maka dapat diwakilkan atau dengan membayar dam. Sementara untuk rukun haji jika salah satu rukun tidak dilaksanakan maka ibadah hajinya gugur atau tidak sah.

Adapun Wajib Haji

  1. Iharam dimulai dari miqat yang telah ditentukan
  2. Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
  3. Mabit di Mina
  4. Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
  5. Melempar jumrah

Rangkaian kegiatan ibadah Haji

1, Jemaah Haji melaksanakan thawaf Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, dengan berniat melaksanakan ibadah haji, yakni dengan
memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sdari miqatnya masing-masing. kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.

2. Pada Tanggal 9 Dzulhijjah,  calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf.  yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.

3. Pada Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.

4. Pada Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh

).push({});

5. Pada Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.

6. Pada Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.

7. Pada Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing

Adapun Rangkaian Kegiatan Ibadah Umrah

1, Ihram dari miqot

Yakni Niat melaksanakan ibadah umrah dengan memakai pakaian ihram, yaitu untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.

2. Melaksanakan Thawaf di Ka’bah

3. Melaksanakan sai antara safa dan marwah

4. Tahalul.

Demikianlah selintas tentang pengertian dan pelaksanaan haji dan umrah, semoga menjadi pedoman bagi anda dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan menjadi haji yang mabrur. aminn.

 

Related posts

Leave a Comment

*