Penjelasan Tentang Tata Cara Mengerjakan Haji Ifrad

Tata-cara-haji

Penjelasan Tentang Tata Cara Mengerjakan Haji Ifrad >> Yang dimaksud dengan haji ifrad adalah melaksanakan secara terpisah antara pelaksanaan haji dan umrah. Istilah haji ifrad lebih dikenal dengan sebutan mengerjakan ibadah haji saja, adapun pelaksanaan umrah dilaksanakan menyusul namun masih dalam waktu musim haji. Cara ini tidak dikenakan dam. Berikut ini penjelasan tentang tata cara mengerjakan ibadah haji ifrad.

Biasanya cara haji ifrad dipilih oleh jamaah  yang kedatangan ke Mekkah sudah mendekati tanggal 9 Dzulhijjah, sehingga dalam pelaksaannya lebih mudah dan praktis.  Selama melaksanakan ibadah haji dan dan umrah yang terpisah tersebut, jemaah harus memakai pakaian ihram hingga keduanya selesai dilaksanakan. Pelaksanaan Haji secara Ifrad memang lebih berat dibanding dengan cara haji lainnya, namun juga lebih utama,  oleh karenanya ibadah haji idam atau denda.

 

Tata-cara-haji

 

 

Tata Cara Melaksanakan Haji Ifrad

).push({});

1, Mengambil Miqot

  • Jamaah haji gelombang pertama, yang sudah berada di Madinah untuk melaksanakan arbain, maka ia ihram haji ifradnya di Zul Hulaifah atau Bir Ali Madinah. Adapun jamaah haji gelombang kedua,  ihram hajinya di Yalamlam, atau biasanya di bandara King Abdul Azis Jeddah, katrena pertimbangan dekat ke yalamlam.
  • Bersuci, mandi berwudhu dan niat haji dengan memakai pakaian ihram,
  • Berangkat ke Mekkah, dengan memperbanyak membaca talbiyah.

2. di Mekkah yakni di Majidil Haram

  • Melaksanakan thawaf qudum
  • Sai.
  • Dengan tetap memakai pakaian ihram pada Tanggal 8 Zulhijjah berangkat ke Mina, dan untuk mabit, besoknya tanggal 9 habis subuh berangkat ke Arafah.

3. Pelaksanaan di Arafah

  • Wukuf di arafah hingga terbenam matahari, dengan memperbanyak dzikir, membaca Al Qur’an, dan beristighfar, serta mendengarkan khutbah wukuf
  • Pelaksanaan sholat dzuhur dan ashar dilakukan dengan dijama’ taqdim
  • Melaksanakan Sholat maghrib dan isya juga dilaksanakan dengan cara jama’
  •  Berangkat ke Muzdalifah, selepas matahari terbenam sambil membaca talbiyah.

4. Selama di Muzdalifah

  • Mabit di Muzdalifah  hingga tengah malam.
  • Mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar jumroh sebanyak 7, 49 atau 70 butir.
  • Berangkat ke Mina

5.  Pelaksanaan Di Mina

  • Pada Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah.
  • Tahallul awal dengan memotong rambut.
  • Diperbolehkan mengganti pakaian ihram dengan pakaian biasa
  • Pada tanggal 11 Zulhijjah bermalam di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran.
  • Pada Tanggal 12 Zulhijjahjuga bermalam atau mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah. Bagi yang ambil Nafar Awal setelah melontar jumroh langsung meninggalkan Mina sebelum maghrib.
  • Kemudian pada tanggal 13 Zulhijjah bagi yang ambil Nafar Tsani melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah.
  • Setelah melontar jumroh meninggalkan Mina kembali ke Mekkah

6. Makkah (masjidil Haram)

  • Melaksanakan Thawaf ifadhah dan sa’i. Bagi yang sudah melaksanakan sa’i ketika thawaf qudum tidak usah lagi sa’i.
  • Potong rambut / bercukur
  • Tahallul tsani
  •  Setelah lewat hari hari tasyriq dapat melaksanakan umroh dengan mengambil miqot dari Tan’im, Ji’ronah atau Hudaibiyah
  • Thawaf wada’ ketika akan meninggalkan Makkah.
  • Setelah thawaf wada’ pelaksanaan haji selesai,

Bagi jamaah haji gelombang I pulang ke tanah air sedangkan jamaah haji gelombang ke II ke Madinah .

Sumber viva.com

Related posts

Leave a Comment

*