Pentingnya Menghidupkan Amalan masjid

images (12)
Pentingnya Menghidupkan Amalan masjid >>  Baginda Nabi Muhammad saw. telah memberikan gambaran jika umat Islam meninggalkan perintah Amar ma’ruf nahyi munkar, maka umat ini akan mengalami masa dimana Islam hanya tinggal namanya, Al Qur’an hanya tinggal  tulisannya saja,  banyak mesjid yang megah  tetapi tidak ada amalan dan hanya merupakan bangunan megah saja. Memang diakui atau tidak bahwa hari ini orang berlomba untuk membangun mesjid dengan bermegah-megahan, namun setelah bangunan masjid tidak berusaha untuk memakmurkannya. Sehingga jangan heran dimana-mana banyak masjid yang megah, namun kosong dari amalan mesjid.
Padahal baginda Nabi Muhammad saw. menjadikan mesjid sebagai pusat untuk membina umat. Ketika beliau masih berada di Mekah, maka beliau memulai dakwahnya kepada para jemaah Haji/umrah yang sedang berada di Masjidil Haram, Begitu juga ketika beliau Hijrah ke Madinah  dengan ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah saw. ketika  melewati daerah Quba, beliau  di sana mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah).
Begitu juga setelah di Madinah Baginda Nabi  juga mendirikan Masjid, yang digunakan untuk melaksanakan pembinaan umat. Masjid inilah yang kemudian dinamakan Masjid Nabawi.
mosque-wallpaper-hd
Allah swt. telah memerintahkan kita untuk  memakmurkan mesjid, sebagaimana dalam firmannya . “Innama ya’muru masajidallahu man amanna billahi wal yaumil akhir…” (9:17). Artinya : sesungguhnya hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid adalah orang-orang yang beriman kepada Allah.
Secara bahasa Masjid artinya tempat untuk bersujud. Adapun secara terminologis, masjid dimaknai sebagai tempat untuk beribadah bagi umat Islam. Masjid juga sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu tempat yang dibangun untuk mengabdikan kepada Allah.

Salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya di Masjid adalah shalat berjamaah. Shalat berjama’ah  merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat ditekankan, bahkan seluruh ahli fiqih sepakat bahwa sahalat berjamaah merupakan ibadah yang selalu beliau dikerjakan.

Abdullah Ibn Mas’ud r.a. berkata: “Saya melihat semua kami (para shahabat) menghadiri jama’ah. Tiada yang ketinggalan menghadiri jama’ah, selain dari orang-orang munafiq yang telah nyata kemunafiqannya, dan sungguhlah sekarang di bawa ke Masjid dipegang lengannya oleh dua orang, seorang sebelah kanan, seorang sebelah kiri, sehingga didirikannya ke dalam shaff.” (HR: Al Jamaah selain Bukhory dan Turmudzy).

Baginda Nabi Muhammad saw. membina umat dari dalam Masjid. Adapun amalan yang dibuat di Masjid nabawi untuk membina umat yaitu :

1. Amalan Dakwah ilallah, artinya mesjid digunakan untuk menjadi tempat mengajak manusia untuk taat kepada Allah, mengikuti sunnah baginda Nabi Muhammad saw. Cara yang dilakukannya dapat dilakukan dengan cara ijtimai yakni ada seseorang yang menyampaikan khutbah ajakan untuk taat kepada Allah. Dapat juga dilakukan dengan infirodi yakni setiap individu menyampaikan pentingnya iman dan amal shaleh.

 

2. Amalan taklim wata’lum yakni belajar mengajar. Maksudnya bahwa masjid digunakan untuk menyampaikan ilmu-ilmu keislaman, baik yang menyangkut imaniyah, ubudiyah, muamalah, muasyarah maupun akhlak. Baginda Rasulullah saw dengan para sahabat selalu mengadakan taklim jika beliau mendapatkan wahyu dari Allah swt, atau beliau menyampaikan perihal-perihal ilmu-ilmu agama, kemudian para sahabat menghafalkannya dan melakukan hal sama kepada anak-isterinya di rumah masing-masing.

3. Dzikir ibadah, Bahwa Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya menjadikan masjid sebagai tempat untuk melakukan dzikir ibadah. Hal yang sangat menonjol yakni dalam pelaksanaan ibadah shalat berjamaah sebanyak 5 kali sehari semalam. Baginda sangat menekankan sekali kepada para sahabat untuk melaksanakan shalat 5 waktu dilakukan dengan cara berjamaah, bersama imam di masjid.

4. Hikmat, yakni melayani umat. Maksudnya masjid dijadikan untuk pusat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan umat Islam.

Dengan amalan-amalan tersebut, ternyata baginda nabi telah berhasil mentarbiyah umat hingga menjadi generasi yang terbaik dari umat ini. Masjid Nabawi yang penuh dengan amalan-amalan tersebut di atas, memancarkan cahaya hidayah, sehingga akhirnya mendapat gelar madinatul munawwarah, yang artinya kota yang memancarkan cahaya hidayah. Orang-orang kafir yang menjadi tahanan umat Islam, maka mereka ditahan di Masjid nabawi, setelah beberapa hari mereka melihat amalan masjid. maka mereka secara suka rela mengucapkan kalimah syahadat.

Kondisi masjid-masjid yang ada hari ini, ternyata hanya bermegah-megahan dalam bangunan belaka, namun amalan sebagai mana mestinya tidak dihidupkan. Sehingga tidak heran kalau umat hari ini semkin hari semkin jauh dari amalan, masjid dimana-mana kosong, bahkan terkadang ada orang berangkat ke masjid justru untuk melakukan maksiat.

Simak artikel :
Oleh karenanya hendaknya umat ini, mulai membenahi amalan masjid dengan amalan-amalan tersebut di atas, sehingga masjid dapat menerangi cahaya hidayah bagi jemaahnya.

Related posts

Leave a Comment

*