Sejumlah 140.663 Jemaah haji telah Melunasi BPIH

index

Sejumlah 140.663 Jemaah haji telah Melunasi BPIH >> Tak terasa bulan Dzulhijah tinggal beberapa bulan lagi. Rasanya rasanya baru kemare penyelenggaraan ibadah haji tahun yang lalu, kini harus siap lagi melakukan penyelenggaraan ibadah haji.

Untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, kita mendapatkan kuota haji reguler sebanyak 154.049 jemaah. dari jumlah tersebut sebanyak 140.663 jemaah haji telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan sesanya sebanyak 13.386 jemaah haji, dihimbau untuk secepatnya melakukan pelunasan, demikian disampaikan oleh Hasan Afandi saat ditemui di Gedung Siskohat Lantai 3 Kementrian Agama Jakarta, Jumat, (26/06/2015)

Sebagaimana tahun sebelumnya, kouta jemaah haji Indonesia berjumlah 168.800 jemaah haji, namun karena masih mengalami pengurangan sebanyak 20 %. Dari jumlah itu, sebanyak 155.200 jemaah merupakan kouta haji reguler, yang terdiri dari 154.049 jemaah dan 1.151 orang Tim Pemandu haji Daerah (TPHD). Adapun untuk haji khusus sebanyak 13.600 jemaah, terdiri dari 12.831 jemaah haji dan 769 orang petugas haji.

a

 

Jemaah haji untuk tahun ini  akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. yakni: Gelombang I direncanakan akan mulai diberangkatkan pada tanggal 21 Agustus 2015 sd tanggal 3 September 2015 melalui bandara  Madinah, dan untuk  Gelombang II dari tanggal 4 September 2015 sd.  tanggal 17 September 2015 melalui bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Rute pemberangkatan tahun ini mengalamai perombakan dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan haji, untuk tahun lalu Gelombang I dengan rute Tanah Air-Madinah-Makkah-Jeddah-Tanah Air, sedangkan Gelombang II dengan rute Tanah Air-Jeddah-Makkah-Madinah-Tanah Air.

Masa Tunggu Haji Semakin Lama

Para pendaftar ibadah haji dari tahun ke tahun semakin terus bertambah, namun sayang daya tampung yang sangat terbatas, sehingga membuat pemerintah Arab Saudi membatasi kuota untuk setiap negara yang akan melakukan haji. Negara kita mendapatkan kuota haji yang paling banyak, mengingat jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Setiap penyelenggaraan haji, kuota yang diberikan berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi, begitu juga dengan jumlah kuota yang diberikan kepada setiap negara termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia memberikan kouta haji sebagai mana yang diperolehnya dari Arab Saudi, kemudian di bagi-bagikan kepada setiap propinsi, sehingga masa tunggu haji untuk setiap propinsi berbeda-beda.

Masa_Tunggu_Haji

).push({});

Melihat tabel ternyata masa tunggu haji antara 7 – 19 tahun. Provinsi yang mempunyai masa tunggu paling cepat yakni Sulawesi Utara yakni 7,5 tahun, sebaliknya yang paling lama adalah Kalimantan Selatan 19,53 tahun. Dengan asumsi jumlah pendaftar jemaah haji 2,5 juta, maka rata-rata masa tunggu nasional 13,19 tahun.

Sebanyak 13 PIHK membentuk Asosiasi Haji Baru

Diberitakan oleh republika.co.id Sebanyak 13 penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) sepakat membuat sebuah asosiasi haji dan umrah baru di luar beberapa asosiasi haji dan umrah yang sudah ada saat ini. Ke-13 PIHK tersebut sepakat membentuk Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesturi).

Ketua Umum Kesturi Asrul Azis Taba mengatakan asosiasi yang dipimpinnya sudah memiliki akte pendirian yang ditandatangani pada 23 Januari 2014 di Jakarta.

Ia pun mengaku sudah melaporkan asosiasi umrah dan haji khusus ini ke Kementerian Agama melalui Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kemenag.

Musyawarah Kerja Nasional Pertama asosiasi tersebut telah dilaksanakan pada Sabtu akhir pekan lalu. Mukernas tersebut memutuskan Asrul Azis sebagai ketua umum terpilih.

Azis mengatakan keputusan 13 PIHK membentuk asosiasi haji khusus dan umrah baru atas alasan belum mampunya asosiasi haji khusus dan umrah yang telah ada menjawab animo masyarakat yang melaksanakan haji khusus dan umrah.

Saat ini, sambung Asrul, semakin banyak perusahaan penyelenggara haji dan umrah baru dan tidak tertampung dalam asosiasi. Ia pun tak khawatir jika kehadiran Kesturi dianggap sebagai kompetitor bagi yang sudah ada. “Itu boleh juga,” ungkap Azis, Selasa (25/2).

Pihaknya menyatakan siap membantu perusahaan penyelenggara haji khusus dan umrah baru di dalam asosiasinya. Azis yang pernah menjadi salah satu pimpinan di Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Dan Umrah (Ampuh) mengatakan, kehadiran asosiasi baru ini bertujuan mengayomi penyelenggara haji umrah.

Dalam hal mematuhi aturan-aturan dan kebijakan pemerintah tentang penyelenggaraan haji umrah, Kesturi akan lebih menyentuh langsung anggota untuk memberi informasi yang merata, agar mereka melaksanakan bisnisnya sesuai aturan.

Ia pun berharap Kemenag, bisa melihat asosiasi ini sebagai partner yang membantu memperkuat kerja pemerintah. Artinya, asosiasi ini hadir bukan untuk menghambat tetapi sebaliknya, memperlancar pelaksanaan penyelenggaraan haji umrah.

Munas pertama Kesturi akhir pekan lalu diikuti oleh 63 perusahaan. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah kode etik dan aturan organisasi.

Related posts

Leave a Comment

*