Siapa yang Tidak Diampuni Allah di Malam Nisfu Sya’ban ?

b613f-malam-nisfu-syaaban

Siapa yang Tidak Diampuni Allah di Malam Nisfu Sya’ban ? >> Dalam Salah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, bahwa Allah swt akan mengampuni setiap hambaNya kecuai dua kelompok manusia.

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya  : “Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nisfu Sya’ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranya. (HR Ibnu Majah)
Dalam hadits ini menyebutkan tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban, yaitu bahwa  di malam nisfu syaban Allah mengampuni seluruh  hambaNya, kecuali bagi dua golongan yakni musyrikin dan orang yang bertengkar dengan sesama muslim.

Apakah Orang Musyrikin itu ? 

Golongan  pertama yang tidak akan mendapatkan ampunan Allah di saat hambaNya diampuni adalah orangf musyrikin. Adapuj yang dimaksud dengan orang musyrik adalah setiap orang yang menyekutukan Allah atau menyakini kepada dzat lain disejajarkan dengan Allah, baik dalam Dzatnya, SifatNya atau dalam beribadah kepadaNya.

Apakah yang dimaksud dengan Musyaahin ?

Yang dimaksud dengan Musyaahin  adalah orang yang bertengkar dengan saudaranya. Adapun menurut  Ibnu Atsir, yang dimaksud dengan musyaahin adalah orang yang bermusuhan dengan sesama muslim. Sementara menurut  Al Auza’i, musyaahin adalah orang-orang ahli bid’ah yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.

Amalan Yang dianjurkan di Malam Nishfu syaban

Pada malam Nisfu Sya’ban disunahkan bagi para umat muslim untuk melakukan ibadah sepanjang malam seperti sembahyang sunah tasbih,membaca surat-surat suci Alquran, berdzikir,dan bersalawat yang dilakukan sejak usai Salat Maghrib hingga Subuh tiba.
Selain itu,dalam kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki disebutkan terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan umat muslim di malam Nisfu Sya’ban yakni dengan memperbanyak doa merujuk pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW.
Kedua,membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam Nisfu Sya’ban.
Ketiga,memperbanyak istighfar.Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah.Itulah manusia.Kesehariannya bergelimang dosa.Namun,kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun.Karenanya,meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam Nisfu Sya’ban.

Related posts

Leave a Comment

*