Tidak Selfie Ketika Beribadah Haji

1412019693029545100
Tidak Selfie Ketika Beribadah Haji >>  Selfie merupakan kebiasaan yang sedang melanda seluruh lapisan di berbagai belahan dunia. Selfie atau memotret diri sendiri bersama kawan-kawan dengan menggunakan perangkat andorid adalah gejala yang sangat trend, tidak saja di kalangan pemuda, tetapi juga pada orang tua.
Berbicara tentang selfie tidak lepas dengan perubahan pola pikir masyarakat dunia, sehingga karena demam dunia dengan selfie, pada akhirnya masuk dalam ajang penghargaan atau ocscar selfie. Mereka berebut untuk membuat sebuah dokumentasi pribadi dengan selfie yang kemudian mereka publikasikan untuk mendapatkan nominator.
Yang disayangkan adalah gejala selfie yang awalnya hanya untuk maksud mendokumentasikan kegiatan yang bersifat pribadi berubah menjadi usaha memdokumentasikan hal-hal yang bersifat ritual keagamaan yang sangat sakral. Sehingga jangan heran kalau saja hari ini anda  menyaksikan para jemaah masjidil haram maupun masjid nabawi yang melakukan selfie di tempat-tempat yang sangat sakral, seperti kabah.

Ledakan yang sangat besar selfie dan pemotretan di masjid-masjid yang sangat suci merupakan akibat dari peningkatan penjualan dan penggunaan android.  Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sendiri memang dilarang menggunakan ponsel kamera untuk memotret, walaupun tidak sedikit juga yang lolos dari pemeriksanaan.

Hari ini demam selfie telah melanda para jemaah haji maupun umrah seperti melandanya badai yang tidak mampu menolaknya. Banyak kalangan ulama yang kecewa dengan keadaan ini. Baca selengkapnya 9 Tips Umrah di Bulan Ramadhan

a

Jemaah Haji dan Umrah Seperti Turis

Demam selfie sedang melanda para jemaah haji dan umrah yang mengunjungi masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Mereka seakan bebas melakukan selfie ketika thawaf, ketika mencium hajar aswad bahkan ketika saat-saat yang dikenendakinya.   Banyak kalangan  yang menyayangkan keadaan ini, para ulama bahkan menyebutnya jemaah haji dan umrah seperti ‘perilaku turis”. 

Menurut seorang Guru Agama Islam di Riyadh menyatakan bahwa di Madinah beliau melihat satu orang yang sedang mengangkat tangan seolah-olah sedang memanjatkan doa, kemudian ia sendiri memotretnya dengan menggunakan ponsel kamera. “Saya telah melihat peziarah di Masjid Al-Haram mengambil selfies dengan Ka’bah di latar belakang dan selfie ini kemudian diposting di Facebook membuat acara media sosial dan merusak tindakan mereka dari ibadah dengan ‘rendah hati-membual’,” tambahnya.

Upaya untuk mendokumentasikan berbagai moment di Masjid Haram dan Masjid Nabawi dan berbagi momen tersebut dengan teman, keluarga di postingan media sosialnya mengakibatkan bertambahnya lagi deretan orang untuk melakukan selfie dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh para teman di media sosialnya. Baca selengkapnya 9 Tips Umrah di Bulan Ramadhan

).push({});

Hindari Selfie ketika Haji dan Umrah

Diakui atau tidak, bahwa melakukan selfie di moment-moment ibadah dapat merusak niat yang ikhlas untuk mendapatkan ketawadhuan dan ketenangan saat melakukan ibadah terutama ibadah haji yang berlangsung hanya sekali seumur hidup.

Seorang Sarjana di Jedah yang berbasis Sheikh Assim Al-Hakeem mengatakan bahwa fotografi tanpa alasan yang sah atau dibenarkan syara merupakan masalah perbedaan pendapat dikalangan ulama. Namun hal yang mendasar yang tidak boleh dibantah adalah esensi haji dan umrah harus didasarkan atas niat yang ikhlas mengikuti sunnah nabi Muhammad saw. bukan untuk memamerkan ibadahnya dengan selfie yang kemudian di sebarkan melalui media sosial.

Sheikh Abdul Razzaq Al-Badr memberikan peringatan terhadap selfie ketika melakukan ibadah haji atau umrah “Ketika Nabi Muhammad saw. mencapai Miqaat ia akan berkata: ‘Ya  Allah membuat ini haji tanpa riya (pamer) dan tanpa mencoba untuk didengar dari. ‘permohonan ini mengatakan pada Miqaat.Dan setelah membuat permohonan ini diikuti dengan tindakan dan berjuang melawan jiwa. Tapi sekarang di Miqaat banyak orang yang mengambil gambar sebagai kenang-kenangan. Mereka mengambil gambar di Tawaf, dan Arafat, dan sementara melemparkan di Jamarat. ”
“Seolah-olah satu-satunya tujuan dari perjalanan ini adalah untuk mengambil gambar dan tidak beribadah.
Dan ketika mereka kembali ke rumah mereka berkata: ‘Ayo lihat saya, ini saya di Arafat, ini saya di Muzdalifah! Dan kami telah melihat beberapa orang ketika mereka siap untuk mengambil gambar mereka mengangkat tangan mereka dalam penampilan kerendahan hati, takut, dan ketenangan. Dan kemudian setelah gambar bentak mereka drop tangan mereka, katanya.

“Saya mencoba untuk berdoa Jumma di Masjid Al-Haram tapi beberapa orang terus datang di depan saya untuk film khutbah (khotbah) dengan kamera mereka. Apa yang terjadi pada khushoo seseorang (ketenangan dalam doa) dalam situasi seperti ini adalah menebak siapa pun, “kata Ahmad, seorang expat Jeddah berbasis melakukan haji tahun ini.

Menurutnya ia banyak menemui para jemaah yang menggenggam kamera HP yang bersiap untuk melakukan selfie. Pandangan semacam ini saya lihat tidak hanya sekali dua kali tapi setiap hari saya lihat rubuan orang melakukan yang serupa.  Baca selengkapnya Jumlah Jamaah Masjidil Haram selama 10 Hari sebanyak 8 Juta

Beliau menyarankan kepada para operator tuor haji dan umrah atau pimpinan rombongan untuk mengingatkan jemaah untuk tidak melakukan kekonyolan yang akan merusak nilai ibadah haji atau umrah anda.

Related posts

Leave a Comment

*