Tiga Orang Yang Do’anya tidak di Tolak

images (24)

Tiga Orang Yang Do’anya tidak di Tolak >>Dari Abu Hurairah ra. Rosulullah saw. bersabda : ” Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak : seorang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang didzalimi, Allah mengangkat doa itu di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, dan Allah berfirman : ” Demi kemuliaan-Ku, aku akan menolongmu, walaupun pada suatu saat nanti, (HR Ahmad)

Hadits tersebut menyatakan bahwa doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Kecuali hadits tersebut banyak sekali hadits yang lain yang menyatakan bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan pernah ditolak oleh Allah, artinya bahwa doa orang yang berrpuasa akan dikabulkan oleh Allah swt.

Jika Allah swt telah menjanjikan demikian, dan Rosulullah saw. telah telah memberitahukan kepada kita, janganlah pernah meragukan sedikitpun akan kebenarannya.

images (4)

 

Rosulullah saw. menyatakan bahwa jika seorang muslim berdoa kepada Allah dengan syarat tidak memutuskan silaturahmi atau untuk suatu dosa, pasti akan menerima sallah satu dari tiga keadaan :

1. Ia akan langsung memperoleh apa yang dimintanya, jika tidak memperoleh saat itu maka ia akan ….

2. Diselamatkan  dari musibah sebagai ganti dari permohonannya, atau

3. Pahala doanya disimpan untuk diberikan di akherat nanti.

Dalam kitab Durul Mansur diriwayatkan sebuah hadits dari Aisyah ra bahwa apabila bulan ramadhan tiba raut wajah Rosulullah berubah, beliau memperbanyak jumlah rakaat shalat sunatnya, dan berdoa lebih tawadhu dengan takut yang lebih besar kepada Allah. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa  pada bulan Ramadhan para Malaikat pemikul Arsy diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu kecuali mengamini doa orang yang berpuasa.

Rosulullah saw bersabda bahwa kelak orang akan diingatkan dengan doa yang pernah dipanjatkan kepada Allah, dan akan diperlihatkan juga doa-doanya yang telah dikabulkan di dunia, atau pahala yang disimpan untuknya di akherat, Dan ketika ia mengetahui pahala yang sangat banyak, maka ia berharap agar tidak satu pun doa yang dikabulkan di dunia, sehingga ia menerima pahala doanya di akherat sepenuhnya.

Sesungguhnya doa adalah merupakan hal yang sangat penting, doa merupakan wujud kehambaan dirinya sebagai bentuk ketawadhuan kepada Allah swt. Mengabaikannya adalah kerugian yang sangat besar, meskipun secara dzahir tidak tampak doa kita diterima oleh Allah, hendaknya kita tidak putus asa untuk tetap berdoa kepada Allah,

Dalam hadits lain dikatakan bahwa dalam mengabulkan doa hamba-Nya, Allah swt mempertimbangkan kemashlahatan, jika doanya terdapat kebaikan untuk dirinya, maka Allah akan mengabulkan secara tunai, namun jika justeru terdapat madharatnya maka akan diberikan pahala yang sangat banyak di Akherat kelak. Baca selengkapnya Meneladani Cinta Nabi Ibrahim Kepada Allah

Dalam berdoa kepada Allah swt. hendaklah kita berusaha sesuai dengan ketentuan, sehingga doa-doa kita dikabulkan.

).push({});

Syarat-syarat doa  makbul adalah :

1. Berdoa hanya kepada Allah, tidak disertai syirik,

Firman Allah SWT, “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang jua pun di dalamnya disamping berdoa kepada Allah,” (QS. Al-Jin: 18).

2. Berdoa bukan untuk dosa atau memutuskan sillaturahmi.

Rosul bersabda  “Senantiasa dikabulkannya doa seorang hamba selama ia berdoa tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan,” (HR. Muslim dan Tarmidzi).

3. Dengan Keyakinan.

“Berdoalah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah olehmu, bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari lubuk hati yang lupa lagi lalai.”

4. Makan yang halal.

Allah berfirman, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mu’minun: 51).

5. Dengan tawadhu.

Firman Allah SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf: 55).

6. Berdo’alah pada waktu yang mustajab.

Waktu yang mustajab seperti sepertiga malam terakhir, pada hari jumat, antara adzan dan qomat, ketika akan berbuka puasa, Baca selengkapnya Keutamaan Malam lailatul Qodar  dan 9 Tips Umrah di Bulan Ramadhan

 

 

Related posts

Leave a Comment

*